{"id":24,"date":"2024-12-25T11:40:27","date_gmt":"2024-12-25T04:40:27","guid":{"rendered":"http:\/\/localhost\/pasirpogor\/?page_id=24"},"modified":"2025-01-05T06:25:11","modified_gmt":"2025-01-04T23:25:11","slug":"sejarah","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/pasirpogor.com\/index.php\/sejarah\/","title":{"rendered":"SEJARAH"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Pasirpogor<\/strong>&nbsp;adalah&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Desa\">desa<\/a>&nbsp;di kecamatan&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sindangkerta,_Bandung_Barat\">Sindangkerta<\/a>,&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kabupaten_Bandung_Barat\">Kabupaten Bandung Barat<\/a>,&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Jawa_Barat\">Jawa Barat<\/a>,&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Indonesia\">Indonesia<\/a>. Desa yang masih memiliki nuansa religi islami cukup kental ini merupakan desa di mana para penduduknya mayoritas memiliki mata pencaharian sebagai petani. Beberapa hal yang perlu di bangun diantaranya yaitu kurangnya sarana dan prasarana.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"SEJARAH SINGKAT DESA PASIRPOGOR\" width=\"800\" height=\"450\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/BO-HvIpDLZ0?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Legenda Desa<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Di ketahui bahwa Desa Pasirpogor, yang merupakan Salah satu desa di wilayah sindangkerta kab. Bandung barat. Merupakan desa yang dahulunya mencakup wilayah desa Cijenuk dan desa puncaksari. Setelah wilayah bagian barat memisahkan diri, membentuk wilayah pemerintahan sendiri dan bergabung dengan kecamatan cipongkor sekitar tahun 1938 pun demikian terjadi pada wilayah di bagian selatan. Dimana terjadi pemekaran dan tebentuknya desa puncak sari yang sebagian mengambil wilayah dari desa pasirpogor dan desa cicangkang girang. Sebelumnya pada masa kekuasaan belanda wilayah pasirpogor di pimpin oleh satu orang pemimpin yang mencakup seluruh kawasan dikenal dengan sebutan ayah apung, beberapa tahun kemudian kawasan desa di bagi menjadi dua dusun. Dusun I dan Dusun II yang di pimpin masing-masing oleh satu orang ketua Dusun. Sekitar tahun 1976 di bagi lagi menjadi tiga dusun. Dusun I, dusun II, dusun III. Kantor Desa Pasirpogor sebelum berada di Kp. Pasir gandu dari tahun 1969 hingga sekarang pernah berada di kp. Malandang. Sebelumnya bangunan kantor desa terbuat dari bahan kayu. Pada sekitar tahun 1918 baru sekitar 30 orang yang terdaftar dalam buku leter C dan memiliki sppt. Dahulu diceritakan bahwa pembagian tanah di bagi oleh pihak belanda dengan menggunakan cap bergambar singa dan cap bergambar kelapa.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>2.1.1.2.Terbentuknya Desa Pasirpogor<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pada catatan sebelumnya disebutkan bahwa semenjak masa penjajahan sesepuh kampung bernama Mah. Petinggi yang di percaya oleh semua orang menjadi petinggi desa di sahkan menjadi kepala kampung atau sebutan lain kepala desa yang kemudian secara bertahap membangun pemerintahan guna mensejahterakan masyarakat pada saat itu yang sebagian besar mengandalkan dari hasil bumi. Dari catatan sebelumnya di sebutkan pula bahwa daerah pasirpogor merupakan daerah yang subur untuk bercocok tanam sehingga selain penduduk asli lambat laun daerah ini juga didatangi oleh penduduk dari luar desa yang berkeinginan ikut bercocok tanam di kawasan ini, sehingga lambat laun kehidupan social budaya sudah mulai agak komplek. Adapun sumber lain pendapatan desa diantaranya tanah urunan desa.<\/p>\n\n\n\n<p>Adapun sumber lainnya menyebutkan bahwa wilayah desa pasirpogor merupakan wilayah hutan atau dalam sebutan bahasa sunda yakni leweng dengan pohon-pohon yang mendominasi yakni bambo, pohon \u2013pohon buah, kawung atau aren, serta tanaman-tanaman perdu seperti harendong, dan rumput-rumput. Seiring perjalanan waktu lahan-lahan yang di penuhi tanaman-tanaman perdu tersebut di buka dan dijadikan sawah sebelum ada alat seperti cakul dan sebagainya bambo terutama bamboo kuning menjadi alat yang di gunakan untuk menggemburkan lahan untuk kemudian ditanami padi dan beragam tanaman palawija. Serta menternakan beragam hewan peliharaan seperti kerbau, domba, ayam, bebek dll. Dan menjadikan kotoran nya sebagai pupuk penyubur tanah dan tanaman. Baru pada tahun 1969 masuk beragam pupuk kimia untuk membantu menyuburkan lahan pertanian. Selain berasa bahan pokok lainnya yang di konsumsi berupa olahan dari pohon aren yang di kenal dengan nama gabeng dan olahan dari singkong yakni gatot, geong, dan gaplek. Sementara untuk bahan pakaian sebelum tahun 1962 bahan yang banyak digunakan berasal dari bahan kain karung tepung terigu. Dan setelah tahun tersebut baru masuk pakaian dengan beragam bahan yang cukup nyaman di pakai.<\/p>\n\n\n\n<p>Nama-nama kepala desa pada masa penjajahan belanja di bwah pemerintahan ratu Wilhelmina di antaranya&nbsp;:<\/p>\n\n\n\n<p>1. Mah. Petinggi (1902 \u2013 1910)<\/p>\n\n\n\n<p>2. Wahel (1910 \u2013 1918)<\/p>\n\n\n\n<p>3. H. Hasan (1918 \u2013 1931)<\/p>\n\n\n\n<p>4. Keta (1931 \u2013 1944)<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu Kepala Desa setelah Kemerdekaan, yakni diantaranya&nbsp;:<\/p>\n\n\n\n<p>1. H. Rosyid \/ Kamrin (1944 \u2013 1957) dari Kp Malandang lebak<\/p>\n\n\n\n<p>Ditempatkan dengan atas inisatif warga<\/p>\n\n\n\n<p>2. H. Toyib (1957 \u2013 1971) dari Kp. Cibau \/ Sukalilah Selesai dengan hormat mendapat piagam penghargaan<\/p>\n\n\n\n<p>3. Umuh (1971 \u2013 1973) dari Kp. Babakan<\/p>\n\n\n\n<p>4. Usman (1973 \u2013 1986) dari Kp. Malandang Lebak<\/p>\n\n\n\n<p>Dari awal hingga pak usman pemilihan dilakukan dengan mengunakan koin.<\/p>\n\n\n\n<p>5. Eli (PJS) (1986 \u2013 1988) dari Kp. Malaka Sindangkerta<\/p>\n\n\n\n<p>6. Engkos Kosasih (1988 \u2013 1991) dari Kp. Bunisari<\/p>\n\n\n\n<p>7. Suhandi (PJS) (1991 \u2013 1993) dari Banjaran Kab. Bandung<\/p>\n\n\n\n<p>8. Masud (PJS) (1993 \u2013 1994) dari Pasir Kihyar Sindangkerta<\/p>\n\n\n\n<p>9. H. Aripin (1994 \u2013 2002) dari Kp. Sukalilah<\/p>\n\n\n\n<p>10. Asep Hidayattulloh S.Sos (2002 \u2013 2007) dari Kp. Cipetir<\/p>\n\n\n\n<p>11. Dayat Hidayat (2007 \u2013 2013) dari Kp. Babakan Salam<\/p>\n\n\n\n<p>12. Dasep Suherman (2014 \u2013 2019) dari Kp. Sindangsari<\/p>\n\n\n\n<p>13. Idris Marjuki (2019 \u2013 2027) dari Kp. Bangong<\/p>\n\n\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pasirpogor&nbsp;adalah&nbsp;desa&nbsp;di kecamatan&nbsp;Sindangkerta,&nbsp;Kabupaten Bandung Barat,&nbsp;Jawa Barat,&nbsp;Indonesia. Desa yang masih memiliki nuansa religi islami cukup kental ini merupakan desa di mana para<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"class_list":["post-24","page","type-page","status-publish","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pasirpogor.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/24","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pasirpogor.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/pasirpogor.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pasirpogor.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pasirpogor.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/pasirpogor.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/24\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":137,"href":"https:\/\/pasirpogor.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/24\/revisions\/137"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pasirpogor.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}